Oktober 02, 2010

Day#28 (Balada Buku dan Kuku)

Sebelumnya, cerita ini udah pernah gua tulis di notes Facebook waktu itu. Dan sekarang gua tulis kembali disini dengan sedikit revolusi kata dan kalimat tentunya.

Selamat menikmati..

Terik matahari di siang itu terasa hingga di dalam kelas dan masuk ke dalam sela-sela seragam SMA, melewati tipisnya bulu ketek dan masug ke dalam kutang . Waktu itu bertepatan dengan pelajaran matematika yang dikomandoi oleh Pak Ansori(disamarkan).

Sekedar kalian tahu, kalo matematika dan pelajaran sejenisnya, seperti kimia dan fisika adalah salah satu pelajaran yang membuat gua muntah darah. Gua gak pernah mengerti dengan rumus-rumus yang ada seperti, X+Y=90 atau X-Y=CAPCUS YUK CYINN!! Dan sebenarnya kehebatan gua dalam matematika telah berhenti hanya sampai di perkalian dan pembagian aja.

Seperti biasa, Pak Ansori yang memiliki tinggi badan dan wajah yang 11:12 dengan pelawak Komar 4sekawan ini sedang menjelaskan rumus-rumus yang menurut gua tidak akan terpakai dalam hidup gua nanti. Diselipkan juga dengan beberapa nasihat ala ustad dan kata andalannya yaitu “GUOOOOBBLOOKK!!”. Guru yang aneh.

Disamping itu, gua bersama temen sebangku gua, si Theo lagi asik ngobrol sambil jogging dan sesekali (sok-sok-an) memperhatikan pelajaran. Kebayang gak tuh? Dan gua juga yakin kalo yang ngobrol saat itu bukan cuma gua sama si Theo aja.

Tiba-tiba si guru yang imut menjijikan itu berteriak “AYO SEKARANG PERIKK..SAAA.. KUKUUU!!”

WHAT??

Gua langsung memandang Theo disamping gua yang juga sedang memasang wajah tolol sambil mangap karena mendengar perkataan Pak Ansori barusan.

“periksa KUKU!! Gak salah nih??” kata Theo sambil memandang ke arah gua gak percaya. “gilaaa.. udah SMA pake periksa kuku segala” lanjut Theo

Perlahan Pak Ansori mendatangi meja muridnya satu-persatu. Sedangkan gua dan Theo masih bengong dan terus berpikir.

“yakin nih periksa kuku?” kata Theo, “kuku lo bersih gak gil?” sambil ngeliat ke tangan gua

“”gua sih bersih-bersih aja” kata gua sambil menunjukan jari gua ke Theo.

Dan akhirnya Pak Ansori yang tampan mirip pantat nampan dan masih kredit 2 bulan ini tiba di meja gua. Sekejap, gua sama Theo langsung naro tangan kita ber-2 diatas meja, nunjukin kuku kita ke Pak Ansori sambil bilang “bersih pak..bersih..” dengan cengengesan-cengengesan tolol.

Tapi Pak Ansori dengan santainya malah mengambil buku catetan kita ber-2 dan membolak-balik isi buku kita tanpa memperhatikan tangan kita yang hampir kram ini.

“apaan sih kalian?? ” katanya santai, lalu Pak Ansori langsung pergi meninggalkan kita ber-2 .

JEGERRR!!!!!!!

Kita kembali diposisikan dalam keadaan saling memandang dengan wajah yang lebih tolol dari sebelumnya. Kita ber-2 mangap kaya ikan paus yang minta darah. Ternyata pausnya itu keturunan vampire.

Kita ber-2 langsung berpikir. Ternyata eh ternyata, Pak Ansori tadi itu berteriak “BUKU”, dan bukan “KUKU” seperti apa yang udah gua dan Theo dengarkan sebelumnya. Dan kita masih bertatapan dengan wajah yang memelas. Ditambah dengan rasa tidak percaya, dan tetap merasa tolol.

Kita masih bertanya-tanya sendiri, apakah kita yang salah denger? Atau Pak Ansori yang ngomongnya ngaco? Atau apakah kita dan Pak Ansori itu bersaudara?

Kampret!!

Untungnya anak sekelas gak ada yang ngeh sama kejadian itu. Cuma 2 orang temen belakang bangku gua aja yang ketawa sampe jungkir balik salto dan tengkurep setelah mengeplak kepala kita ber-2 dari belakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar