Oktober 01, 2010

Day#27 (seperti membalikan telapak kaki)

Kadang orang bilang “tidak semudah membalikan telapak tangan”. Seperti ingin mengatakan cintanya pertama kali pada seseorang, entah itu cowo ke cowo atau cewe ke cewe. Kok nggak ada yang bener pilihannya?? But anyway, kadang teori emang lebih gampang daripada praktek, dan mimpi memang terlihat lebih mudah daripada kenyataan.
Gua melihat banyak temen gua yang berkali-kali gonta-ganti pacar. Pacaran 4 bulan, terus putus, terus sebulan atau 2 bulan selanjutnya udah ganti lagi pacarnya, terus bertahan hingga setahun, terus putus lagi, besoknya pacaran lagi sama orang yang beda, nggak lama putus lagi, terus balikan lagi sama yang kemarennya. Auah!!
Kayanya gampang banget gitu bikin komitmen, terus pisah dengan berbagai alasan seperti, nggak cocok, belum jodoh, apa-lah, ini-lah, itu-lah, takdir-lah, preet-lah!! Gua cuma bisa mangap heran. Dan pertanyaan gua cuma satu, kok bisa ya??
Emang pacarannya tuh gimana sih? Kan selama pacaran udah berkali-kali bilang sayang dan cinta, masa bisa putus? Terus kemana janji-janji pas pacaran? Terus pas putus kan udah berkali-kali bilang benci, kok bisa sih balikan lagi?
“Namanya juga nyari cinta sejati Gil, nggak ada salahnya dong nyoba pacaran lagi?”
Terus kalo nggak cocok, putus dan nyari lagi, gitu? Apa iya segampang itu? Apa lo yakin pacar-pacar lo selanjutnya nggak akan bernasib sama seperti pacar-pacar lo yang dulu, yang sekarang lo sebut sebagai mantan? Apa nggak capek mulai dari awal pacaran lagi dengan orang yang beda, dan nggak akan tahu juga kalo sebenarnya menurut Tuhan dia itu bukan jodoh lo?
Ya memang nggak ada salahnya buat mencoba, tapi apa iya secepat itu menata hati yang kemarin berantakan hanya karena tiba-tiba seorang pangeran atau bidadari datang memberikan kenyamanan dan langsung berpikir jatuh cinta lagi, kemudian berkomitmen dengan orang itu.
Mungkin buat segelintir orang itu terlihat mudah, tapi nggak buat gua. Mungkin orang berpikir kalo pacaran berkali-kali itu hebat, berpengalaman, laku, atau apalah. Dan tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka mengulang sebuah kegagalan berkali-kali.
“Seperti orang membalikan telapak kaki”, kalo sendi-sendi di kaki kita sehat walafiat, maka dengan mudah kita dapat melihat telapak kaki kita. Tapi kalo sendi-sendi di kaki lagi sakit, bahkan untuk menekuknya saja susah minta ampun. Sama seperti orang yang mencari cinta, kadang mudah dan kadang lebih susah dari menemukan handphone di dalam jerami.
*Nb: tulisan orang belum laku

1 komentar: