Siapa yang pertama kali menemukan kata "cinta" di bumi? Adam-Hawa? Romeo-Juliet? Bradpitt-Jolie? Anang-Syahrini? Oke, whatever.
Apa yang mereka katakan ketika ditanya "Apa itu cinta?". Jawabannya berbeda, itu pasti, karena mereka individu yang berbeda. Tapi memang pernah ada yang bertanya tentang "cinta" ke Adam-Hawa? Who knows.
Banyak media massa, terutama majalah yang membahas tentang "cinta". Bermacam jawaban muncul dan berkembang. Lalu kemudian disimpulkan. Dan percaya atau tidak, kesimpulan dari setiap majalah pastilah berbeda.
Begitu pun dengan kita. Mulai dari meng-indah-kan hingga mencaci "cinta". Mulai dari yang panjang lebar hingga yang teramat singkat. Mulai dari yang pakai hastag (#) hingga mention.
Wajar? Wajar aja. Karena apa yang dirasakan dan dialami setiap individu pasti berbeda, walau sedikit kemungkinan ada yang sama. Tergantung cara pandang dan respon dari individu sendiri.
Tapi pernah nggak sih muak atau risih dengan kata "cinta"? Buat yang baru dan sedang patah hati mungkin iya. Cari saja contohnya di twitter atau facebook temanmu yang baru saja putus.
Tapi bagaimana dengan yang sedang kasmaran? Mengumbar dan mengagung-agungkannya? Bahkan, nggak peduli di "tempat umum" sekalipun.
Buat gua itu bebas saja. Karena tadi, individu masing-masing berbeda. Dan "cinta" sendiri nggak pernah melarang. Dia hanya diam. Benda mati. Kita lah yang mengendalikan.
Dan buat gua, ketika dalam keadaan sedang menjalin hubungan dengan pasangan, "cinta" itu bukan diungkapkan, tapi dinikmati.
mhm.. tau dah yang lagi kasmaran.. bahaha
BalasHapusbawaannya cinta-cintaan mulu ya kak??
tapi setuju deh ama pendapatnya soal cintah. cinta tuh fleksibel kak.. tergantung masing2 orang yang merasakan dan mengartikan makna cinta didalam hidupnya.. hehe
kak aku lg open house nih.. mampir2 lah sekali-kali ke blog aku.. hahaha *ngarep*