September 13, 2010

Day#9 (Lidah sama Hati sama-sama Kampret!)

Kalo gua ditanya soal rasa dalam makanan, pasti gua akan bilang "eeeeeeemmmmmm..." dengan huruf M lainnya yang masih panjang dan berakhir dengan bilang "biasa aja..". Atau kalo gua mau, dengan kesoktauan tingkat tinggi, gua akan bilang "eeeemmm..enak sih!" padahal gua gak pernah tahu apa rasa-rasa lain pada makanan yang gua makan waktu itu.

Gua emang kurang peka terhadap setiap makanan. Yang gua tahu cuma "enak" dan "gak enak".

Gua gak pernah bisa kaya orang lain yg bilang "kurang garam kayanya nih bakso-nya" atau "masih enak-kan yang waktu itu yaa? Kalo yang disini rasanya lebih asin".

Kalo gua mungkin akan bilang "disini harganya berapa?" atau "enak-kan yang ditempat kemarin ya.."
"emangnya ditempat kemarin rasanya gimana gil?"
"harganya lebih murah, ditambah yang jaga warungnya cantik-cantik. Udah gitu sendoknya banyak lagi."

Mungkin lidah gua beda dengan lidah-lidah peka lainnya.

Whateverlah dengan rasa makanan ini itu. Yang penting ya "enak" dan "gak enak" itu kalo buat gua. Dan juga harga pastinya.

Tapi beda kalo bicara soal hati. Gua terlalu sensitif(sepertinya). Dan terlalu ge-er(kayanya). Mungkin karena gua orang Gemini. Dan juga dari pengamatan ditambah pengalaman gua, kalo orang Gemini tuh emang parah banget tingkat sensitifnya, bahkan tingkat emosinya. Tapi gua masih yang standar kug. Gak kaya temen gua yang lebih meledak-ledak kaya gas 3kg yang ditambah sama tinju Chris John kalo lagi sakit hati.

Dan emang, kadang lidah sama hati itu saling bersangkutan, tapi kadang juga saling bersebrangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar