September 15, 2010

Day#11 (seperti dihajar massa)

Sebelumnya, demi menjaga nama baik dan kehormatan tokoh-tokoh yang bersangkutan, gua beserta antek-antek gua mengadakan rapat diatas gedung DPR, tepat disamping coretan "jujur,adil, dan tegas" , kita sepakat untuk menyamarkan nama-nama mereka.


Malam itu angin terasa sangat menusuk hingga rusuk. Maklum, sebelumnya hujan deras mengguyur daerah ini siang tadi. Kita ber-5 duduk di pojok luar tanpa bangku, di restoran cepat saji. Seperti power rangers tanpa kostum, dan terlihat seperti anak street punk yang sedang beristirahat setelah perjalanan jauh. Kita bercengkrama lepas membahas masalah yang baru terjadi sore tadi.

Ratu duduk disamping Kribo yang terlihat cukup lelah. Mojo yang tadinya duduk berhadapan dengan Ratu dan Kribo, kini memutar posisinya untuk membelakangi mereka dan bersandar di ke-2 kaki Ratu. Sementara gua dan Didi direpotkan dengan kaos yang terasa basah karena duduk ditempat yang salah.

Kita ber-5 disatukan oleh Tuhan dalam sebuah proyek. Tenang, ini bukan proyek "monumen" monorel yang memayungi hampir sepanjang jalan protokol di daerah Kuningan, Jakarta. Ini juga bukan proyek tentang gedung baru buat para pejabat yang mungkin siap membuat sejarah yang setara dengan Tragedi Mei 98. Ini cuma sekedar proyek menuju mimpi.

Dari awal pra-produksi, semua berjalan lancar. Oke, adalah sedikita hambatan yang mengganggu dan cukup membuat kita berpikir keras. Biasalah, jalan tol aja masih ada macetnya, pesawat aja masih bisa delay, kereta bisa ada AC, sepeda bisa diserempet motor, trotoar milik pedagang, spongebob temennya patrick.

Dan entah siapa yang memulai, tiba-tiba Mojo memutar badannya lagi. Kini ia menghadap Ratu dan Kribo dengan muka antara kaget dan tidak percaya.
"hah? Apa-apaan nih?" tegas Mojo

Kontan, gua sama Didi langsung merhatiin mereka ber-3, berusaha mencari apa yang terjadi.

Dan tidak lama kemudian, gua menangkap sebuah pernyataan kalo si Kribo sebelumnya telah menyatakan "suka sama Ratu tanpa sepengetahuan kita.

Kita pun kaget, dan tertawa tentunya. Bukan karena masalah ditolaknya, tapi lebih ke pernyataan Kribo yang langsung "menembak" Ratu tanpa ada basa-basi terlebih dahulu.

Dan yang lebih anehnya lagi, si Mojo malah terlihat seperti orang penasaran yang ingin melihat vidio bokep pacarnya yang selingkuh dengan bapaknya sendiri. Mojo gak percaya. Mojo masukt desa. Mojo musuhnya powerpuff-girl. Mojo gak kenal Kobo-Chan.

Emang sih, ditahap pra-produksi dan eksekusi, entah mata gua atau perasaan gua aja, si Mojo terlihat sangat dekat dengan Ratu. Mojo terlihat mencari perhatian.

Ya ini sih cuma dari pengamatan gua sebagai pria. Gua tau lah bagaimananya seorang jantan mendekati betinanya. Entah si Didi dan Kribo merasakan hal yang sama atau enggak kaya gua. Tapi makin lama si Mojo terlihat semakin jelas mendekati Ratu. Gak heran kalo dia menjadi kaget dan penasaran setengah mateng, waktu tau Kribo nembak Ratu.

Mojo terus-terusan bertanya sama Ratu dan Kribo. Mojo masih sangat penasaran. "ah demi apa lu?" "ah yang bener lu?" kalimat-kalimat seperti itu berulang-ulang terus dari mulut Mojo.

"wah!! Lo gak bisa langsung gitu aja dong boo!!(kribo). Semua itu kan ada prosesnya" jelas Mojo sambil menghisap rokoknya.

Melihat gelagat Mojo yang seperti itu, gua, Didi, dan Kribo langsung nembak si Mojo di depan Ratu, "jangan-jangan lu suka ya sama Ratu?" "ngaku deh lo jo?" sambil cekikikan.

"ya enggak. Tapikan semua itu ada proses, lo PDKT dulu keg gitu" tegas Mojo yang berusaha mati-matian mempertahankan opininya dengan kalimat "ada prosesnya".

"aaaa..aa..aaa!! Ngaku deh lo!! Suka kaaaaan lo sama Ratu!!" keroyok anak-anak.

"ya bukan gitu juga.."

"ya..tapi kan seenggaknya kalo gua ada prosesnya" kata Mojo lagi.

Dan yap!! Kita semua ketawa dikalimat yang Mojo ucapkan barusan. Gua sampe loncat-loncatan dengernya. Kribo, Didi, dan Ratu udah guling-gulingan di lantai.

Entah sadar atau enggak dengan kalimat yang diucapkannya barusan, tapi itu sudah cukup membuat kita semua tau kalo Mojo emang naksir Ratu dari awal. Dan kali ini ia telah ketinggalan start untuk menyatakan perasaannya ke Ratu.

Kampret! Gua baru tau ada orang yang suka sama cewe, trus tepat di depan cewenya, dia dikeroyok dengan tuduhan-tuduhan yamg memojokkannya dan akhirnya mengaku dengan sangat transparan.

Preetlah!

Kasus yang absurd menurut gua. Kalo ada maling yang dikeroyok dan ditonjokin trus dia ngaku mah wajar. Si maling udah berdarah-darah dengan taruhan nyawa yang udah diujung. Nah ini! Disundut rokok juga kaga, tapi dengan sangat polosnya ditambah tuduhan "ngasal" yang memojokan, dia akhirnya mengaku.



Kalo gua ada di posisi Mojo, gua mungkin juga gak akan tau apakah gua akan mengaku atau enggak. Gua gak perduli tuduhan mereka. Karena menurut gua mungkin waktunya aja yang belum tepat. Tapi sampai kapan gua akan menyalahkan waktu??

3 komentar:

  1. Ini harus dikasih reaksi lucu atau menarik? Dua-duanya ada ... hehehehe ...

    BalasHapus
  2. Di kasih reaksi yoewono aja.. Eh, itu rekti yah ^^V

    BalasHapus
  3. Siapa Reaksi Yoewono teh? Dea nggak tau ...

    Itu sodaranya Reaksi Bluebird ato Gemah Ripah?

    BalasHapus