Juni 17, 2010

dejavu??

Dan akhirnya setelah bertahun-tahun, tiba juga gua di depan kompi yang bisa internetan. Dan marilah kita mulai cerita kita yang satu ini. check this out (ambil cek di luar) :
12june2010
Tadi siang menjelang sore dan sebelum maghrib, gua balik dari kampus ke rumah dengan kecepatan penuh 80km/jam(buat gua itu cukup cepet dan makan bensin), lalu dengan terpaksa dan berat hati gua menyingkirkan motor ke tepi jalan di bawah jembatan penyebrangan karna hujan!!
Perasaan mah dari kampus gua hampir basah dengan keringet. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, gua(dan temen-teman) keringetan gara-gara lari-larian, plus loncat-loncatan buat tugas fotografi. Aneh kan yah, tugas fotografi tapi kok loncat-loncatan. Udah gitu loncatnya sok-sok-an kaya anak skate yang lari buat ngejalanin papannya dan loncat di akhiran-nya, tapi bedanya gua gak pake papan dan cuma lari, terus loncat!! Temen gua lebih ekstrim lagi. Doi lari pake tutup kepala yang biasa dipake teroris di tipi. Udah gitu kaosnya item. Tinggal gua teriak maling, maka hancurlah hidup dan mukanya.
Oke, balik lagi ke cerita awal, kehujanan!! Pas hujannya rada reda gua langsung cabut ke rumah. Aspal yang baru ajah kena hujan akan selalu terlihat keren. Percayalah. Kecuali kamu orang eskimo atau padang pasir, karna setahu saya disana gak ada aspal.
Tiba tiba di jalan gua mikir gini, Kayanya baru kemaren deh .. si gedgod nulis tentang hujan buat gua (paling gak di situ tertulis kata-kata seperti blushingmachine dan gadged). Entah kenapa gua juga bingung kenapa tiba-tiba gua kepikiran dia. Gadis di sebrang sana yang berusia 21 tahun yang mengaku selamanya akan 18 tahun. Dan gua juga baru inget, sebelumnya gua juga pernah nulis blog yang disitu tertera namanya dan juga.. hujan.
Lalu gua sok-sok-an mikir selama perjalanan menuju rumah. Kita sering banget melotarkan kata hujan disetiap pesan dan kadang di udara via henpon. Dia suka hujan. Gua juga. Dia nulis blog berjudul After The Rain buat gua(PEDE!!). Gua juga nulis blog buat dia yang waktu itu keadaannya emang lagi hujan. Gua mikir, apa ini dejavu? Atau emang Tuhan telah menuliskannya begitu? Terlalu Kahlil Gibran kata-kata terakhir itu.
Terus gua berkhayal. Mungkin gak ya nanti secara sengaja atau tidak sengaja, kita ketemu di halte atau di suatu tempat, di pinggir jalan, ketika hujan turun dan kita berdua neduh? Terus kita tatapan mata. Saling melontarkan senyum. Dan saling menggengam. Manis banget!! =)

3 komentar:

  1. lagilagi, terimakasih. =)

    BalasHapus
  2. eniwei, 20 sayang,bukan 21. dan teteup 18. =D

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus